06
Mar
2011
PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PERUM PEGADAIAN WIILAYAH JAWA TIMUR SEBAGAI KREDITUR TERHADAP KASUS GADAI DENGAN BARANG JAMINAN EMAS PALSU
Ditulis oleh Martha Eri Safira, MH    PDF Cetak E-mail
 

             Kasus yang terjadi dalam telaah ini adalah pemalsuan emas sebagai objek jaminan dengan hanya melapisi luarnya saja dengan emas dan dalamnya adalah besi, baja atau kuningan yang nilainya lebih kecil bahkan tidak bernilai sama sekali. Namun karena tampak luarnya saja yang dilapisi emas, dan pihak pegadaian tidak memeriksa atau membelah dalamnya, agar tidak merusak perhiasan tersebut, maka nilai nominal yang diberikan sama dengan nilai emas tersebut. Kasus tersebut bukan hanya terjadi di satu kantor cabang di suatu daerah tapi juga telah menimpa kantor cabang di daerah lain. Hal ini sebagaimana terjadi di Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Hal ini dilakukan oleh bukan hanya satu nasabah saja, tetapi juga satu sindikat nasabah yang telah terorganisir dengan baik yang melakukan hal tersebut. Modusnya adalah setelah mendapatkan uang dari Perum Pegadaian di suatu kantor cabang, maka sindikat tersebut berpindah ke kantor cabang lain. Persoalannya kemudian adalah: bagaimana bentuk pertanggung jawaban Perum Pegadaian terhadap barang jaminan tersebut, serta bagaimana bentuk penuntutan terhadap pelakunya.

Kata kunci : Perum Pegadaian, Pemalsuan, Tindak pidana,Barang jaminan  dan Pertanggungjawaban